A: Tidak. Zarchi menggunakan koreografi dan stunt double untuk adegan sulit. Keaton justru merasa aman karena sutradara sangat melindunginya.
Zarchi sengaja membuat penonton merasa tidak nyaman. Tidak ada romantisisasi kekerasan di sini. Yang ada adalah rasa jijik dan marah yang mendalam. Setelah selamat dari percobaan pembunuhan (para pemerkosa meninggalkannya dalam keadaan sekarat di sungai), Jennifer justru bangkit dengan rencana balas dendam yang sistematis. Satu per satu, para pelaku diundang kembali ke rumahnya, di mana Jennifer memperlakukan mereka seperti "hewan buruan".
Dari trauma itulah lahir skenario (judul asli film ini). Zarchi ingin menunjukkan secara gamblang penderitaan korban dan—yang lebih penting—bagaimana seorang perempuan bisa mengambil kembali kekuasaannya dengan cara yang paling kejam. Produksi dan Rilis Film ini diproduksi dengan anggaran sangat minim, sekitar US$375,000 (setara dengan Rp5-6 miliar saat ini). Pengambilan gambar dilakukan di lokasi pedesaan Connecticut, Amerika Serikat. Cuaca ekstrem dan keterbatasan dana membuat proses syuting memakan waktu berbulan-bulan.
Jika Anda sudah menontonnya, bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah film ini revolusioner atau sekadar eksploitasi sampah? Satu hal yang pasti: setelah menonton, Anda tidak akan pernah melupakannya.